Gara-gara di Lombok

Sudah lebih seminggu di Lombok, banyak yang berubah dan terabaikan, salah satunya adalah aktivitas ngeblog. Di Lombok, jadi jarang sekali membuat tulisan di blog ini, sibuk bermain bersama adik-adik, main catur, domino, dan congklak. Sebenarnya masih ada permainan lain, seperti latihan taekwondo dan berenang. Sehubung sekarang bulan puasa, oleh sebab itu kami main permainan yang tidak begitu menguras tenaga.

Gara-gara di Lombok, waktu tidur juga terganggu. Kalau pagi biasanya tidur jam 10, sekarang malah tidur jam 7 atau jam 8 pagi, dan itu tidurnya sampai siang, haddeeeh keenakan tidur.

Tentu banyak aktivitas lain juga ikut berubah, namun tidak bisa disebutkan satu persatu, hehehe.

Ini juga baru bangun tidur, kemudian ngeblog…

Jangan Terlalu Takut, Jangan Terlalu Berani

Sebenarnya dari judul sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi…hihihi.

Misalkan lombat dari ketinggian 5 meter kolam renang. Berani? jangan terlalu takut, jangan terlalu berani. Kalau terlalu takut nanti malah terbayang-bayang dan akhirnya menyesal karena belum mencoba. Kalau terlalu berani (padahal ragu-ragu dan minim persiapan), nanti malah cara jatuhnya salah, di kolam malah yang duluan terkena air bukan kaki, melainkan perut, itu kan perih sekali, hahaha.

Contoh lain, belajar mengendarai motor. Kalau pakai sepeda saja belum bisa, jangan terlalu berani sampai latihan mengendarai motor di tengah jalan raya yang ramai, khawatir nanti Anda terpental, he.

Berani juga tidak sembarangan…

Jangan Tidur Lagi Setelah Shubuh

Senang sekali membahas tentang tidur. Banyak sekali tulisan saya di blog ini tentang tidur. Banyak orang menilai aktivitas ini adalah aktivitas sederhana, padahal sebenarnya ini merupakan aktivitas istimewa.

Bayangkan saja, dalam 1 hari ada 24 jam, sementara kita tidur rata-rata 8 jam sehari, itu artinya 1/3 dari waktu sehari. Jika umur kita 60 tahun, berarti selama 20 tahun waktu kita untuk tidur saja, ckckck.

Jangan tidur lagi setelah shubuh, lebih baik beraktivitas, apa saja silahkan, bisa olahraga, membaca, atau jalan-jalan. Kalau sudah beraktivitas pagi-pagi sekali, InsyaAllah aktivitas di siang hari akan lebih produktif.

Kalau saya, setelah shubuh walaupun ngantuk, tetap saja olahraga, ngantuknya ditahan, nanti lama-lama berhenti kok. Nah, nanti kalau sudah waktu dhuha, baru mulai tidur, hihihi. Yang penting kan tidak langsung tidur habis shubuh, hohoho.

Sampai Mengalahkan Skripsi

Tumben bisa sesemangat ini.

Padahal tidak pernah yang namanya semangat mengerjakan skripsi. Bergegas pergi ke perpustakaan kampus sembari membayangi wajah dosen pembimbing yang sudah sekian lama tidak pernah terlihat lagi, hehehe.

Eh, malah ada sms dari teman, “renang yu…”
Waduh, langsung balik ke kosan, melepas tas, sepatu, dan mengambil kaca mata renang. Mengerjakan skripsi tidak jadi dulu ya, lain kali saja, masih ada hal lain yang lebih menyenangkan, renang bersama teman-teman, hahhay!

Begitulah, hobi itu sampai mengalahkan skripsi…

Persiapan Pelantikan

Yang paling penting adalah faktor kesehatan, faktor fisik. Ceritanya mau dilantik jadi santri, tepatnya di gunung, selama kurang lebih 4 hari. Tidurnya sendiri-sendiri di hutan. Semoga dilancarkan, aamiin.

Baru bangun siang tadi, langsung bergegas ke kolam renang. Persiapan pelantikannya mending olahraga di kolam renang saja, hahaha. 

Kolam UPI sekarang sedang diperbaiki untuk persiapan PON kalau tidak salah. InsyaAllah akan semakin nyaman dan bersih. Tidak biasanya renang siang hari, ditambah hujan. Siang, karena sekarang tiket di kolam UPI bakalan tutup kalau sudah jam 4 sore, yah perubahan jadwal lagi.

Ada lagi, sekarang kemana-mana membawa beban berat, biasanya membawa 4 atau 5 botol mineral 1,5 liter di tas/ransel. Sambil membawa beban berat, sambil jalan jongkok atau push up. Yah, ini mau karena…karena…karena disuruh pelatih.

Harus mau, namanya juga ikhtiar, biar nanti tidak cidera…hehehe.