Logam di Bandara

Sekarang, pemeriksaan di Bandara semakin ketat. Tepatnya ketika saya mudik kemarin tanggal 25 Juni 2016 di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ketika pemeriksaan barang bawaan, alat pendeteksi juga mendeteksi logam, seperti sabuk, bahkan uang logam. Kalau punya uang recehan saja di kantong, alarm akan berbunyi, haddeeeh merepotkan.

Saya tidak tahu alasannya mengapa, karena saya tidak mempunyai banyak ilmu tentang hal ini, hehehe. Tapi perubahan yang ada pasti ada alasannya, demi pelayanan dan keamanan yang lebih baik.

Oia, kalau memakai “gigi emas” bagaimana ya? bukankah itu logam juga? jangan-jangan terdeteksi juga, hahahahaha.

Jangan Terlalu Takut, Jangan Terlalu Berani

Sebenarnya dari judul sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi…hihihi.

Misalkan lombat dari ketinggian 5 meter kolam renang. Berani? jangan terlalu takut, jangan terlalu berani. Kalau terlalu takut nanti malah terbayang-bayang dan akhirnya menyesal karena belum mencoba. Kalau terlalu berani (padahal ragu-ragu dan minim persiapan), nanti malah cara jatuhnya salah, di kolam malah yang duluan terkena air bukan kaki, melainkan perut, itu kan perih sekali, hahaha.

Contoh lain, belajar mengendarai motor. Kalau pakai sepeda saja belum bisa, jangan terlalu berani sampai latihan mengendarai motor di tengah jalan raya yang ramai, khawatir nanti Anda terpental, he.

Berani juga tidak sembarangan…

Anak Anda Ngantukan

Dapet kiriman dari grup WA, hadduuuh, kocak.

Ngantukan
Anak Anda ngantukan

wkwkwkwk…

Saya selama ini sering ngantuk kalau di dalam kelas, kelas pembelajaran. Masak ia jadi calon anggota DPR? hahahaha, ada-ada saja. Siapa ya yang membuat postingan WA di atas, benar-benar menyindir, apalagi kalau sampai yang baca adalah anggota DPR beneran, hohoho.

Memetik Hikmah (3)

Berkuda: belajar kreatif
Memanah: belajar fokus

Ada orang yang segala dikerjakan, dia bisa semua, namun pekerjaannya tidak beres-beres, ini ciri-ciri orang kreatif. Sebaliknya, ada orang fokus pada satu bidang, dia mengerjakan itu saja sehingga menjadi bidang keahliannya, namun hanya bisa pada satu bidang itu.

Berkuda dan memanah. Dengan berkuda, kita dilatih untuk kreatif. Kreatif dalam keseimbangan, mengendalikan kuda, dan tetap tenang, lebih-lebih jika sembari memegang anak panah, dibutuhkan kreativitas.

Hikmah Berkuda
Hikmah Berkuda | ilustrasi: superkidsindonesia.com

Sementara dengan memanah, kita dilatih untuk fokus. Jika tidak fokus, awas hati-hati biasanya nanti ada yang menjerit di seberang sana…menjerit kesakitan, hahahaha.

Andai kita memiliki dua kemampuan ini, kreatif dan fokus. Hayu berusaha menjadi pribadi yang kreatif dan fokus dengan mengikuti olahraga sunnah Rasul diantaranya berkuda dan memanah.

Ulang Tahun

Ulang Tahun Bapak
Ulang Tahun

Di foto, Bapak yang meniup lilin. Yosh, karena hari ini ulang tahunnya, hehehe. Selamat ulang tahun Pak, selamat beraktivitas, main sepeda, main catur, kerja di kantor, mengantar+menjemput Ami & Ismi ke sekolah, memasak, dll, hohoho.

Semoga semakin semangat & oke aja, dan tidak lupa semoga berhenti merokok, hehehe, nanti lah kalau pulang, bakal di beliin permen sebagai pengganti rokok. Permen apa? permen rokok yang suka dibeli anak-anak, hahahaha.