Menikmati Jam-jam Terakhir

Sudah banyak yang dilakukan di sini (Lombok). Liburan ke pantai, buka bersama, kumpul bersama teman-teman, bermain sepeda, futsal, main PS, menginap di sini menginap di situ, main catur, main domino, main congklak, berenang bareng adik-adik, tidur bareng adik-adik, banyak lah pokoknya.

Sudah tinggal beberapa jam lagi balik ke Bandung, meninggalkan keluarga, teman-teman. Benar-benar jam-jam terakhir ini harus dinikmati, harus dinikmati. Enggan sekali rasanya packing, maunya terus bermain saja, seperti masih kurang suntikan liburannya, beuh.

Selamat tinggal yoo Lombok… :p

Detik-detik perpisahan,

Iklan

(Gramedia) Diskon Buku 30%

Bangun siang, tiba-tiba saja ada kiriman postingan dari grup WA tentang adanya diskon di Gramedia sebesar 20% untuk semua buku (tanggal 17 Mei/Hari Buku Nasional). Diskon 30% jika pembayaran menggunakan kartu kredit BNI atau pakai kartu debit BNI juga bisa (tanggal 17-19 Mei).

Setelah melihat kabar diskon ini, saya langsung mempersiapkan diri untuk berangkat menuju Gramedia, hehehe. Lumayan kan diskon 30%, kalau harga buku asli 150 ribu, setelah dipotong 30% jadinya 100 ribu.

Sayang seribu sayang, saya tidak mempunyai banyak tabungan, jadi hanya beli satu buku, dan itu bukunya murah, hm…andai saja punya tabungan banyak, bisa beli banyak buku, sekalian aja beli yang mahal-mahal, hohoho.

Ayo silahkan ke Gramedia, untuk mendapatkan diskonnya, mulai hari ini sampai tanggal 19 Mei…semangat membaca! ^^

Memetik Hikmah (6)

Dalam sebuah kajian di Bandung, ada seorang jamaah profesor yang mendengarkan ceramah, profesor bule, namun sudah bisa berbahasa Indonesia. Beliau duduk di bagian depan.

Dalam sebuah kesempatan, penceramah mempersilahkan seorang profesor itu maju ke depan. Singkat cerita, penceramah memperkenalkan profesor itu (karena sebelumnya sudah saling mengenal) sambil bercanda pada semua jamaah yang hadir, “ini profesor beneran lo…”. Secara langsung profesor itu merespon dengan ucapan “iya benar, tapi walaupun saya seorang profesor, saya tidak bisa mengganti oli motor sendiri”.

Sontak saya langsung merunduk dan menghayati perkataan profesor itu. Betapa sedikit sekali ilmu yang diberikan Allah kepada kita semua. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat sombong, aamiin…

 

Membuang Struk Belanja

Beli Al-Quran lagi. Belinya di Daarut Tauhiid. Pada saat membeli, Al-Qurannya masih terbungkus rapi. Baru pertama kali membeli di sini, karena biasanya saya membeli Al-Quran di Gramedia, toko buku, atau terkadang juga di Palasari, Bandung.

Kalau membeli di Gramedia atau Palasari, kita bisa melihat isi/lembar Al-Quran, untuk mengecek apakah Al-Quran/mushaf dalam kondisi baik, karena bisa jadi ada beberapa lembar yang cacat, ntah itu buram, kusut, dsb.

Ketika membeli, saya malah membuang struk belanja. Ketika sampai di kosan, saya melihat ada 3 lembar pada mushaf yang tulisannya buram. Tidak berpikir lama, saya pun kembali ke Super Mini Market Daarut Tauhiid. Mengais-ngais tempat sampah, hanya untuk mencari struk belanja, tidak ketemu.

Struk belanja tidak ketemu, malah ketemunya dengan dosen pembimbing skripsi, haddoooh. Beliau tiba-tiba mencolek dari belakang, (adegan horor, tidak usah diceritain).

Hingga akhir cerita, oleh kasir saya dikasi untuk menukarkan Al-Quran tsb, Alhamdulillah. Pelajaran yang bisa diambil adalah, jangan cepat membuang struk belanja/struk pembayaran, apalagi kalau yang Anda beli seperti barang-barang elektronik. Tidak semua tempat belanja mengizinkan kita menukar barang tanpa menggunakan struk pembayaran.

Al-Quran Syaamil vs Al-Quran Cordoba

vs
(Al-Quran Tajwid) | Syaamil vs Cordoba

Setiap semester membeli Al-Quran, bisa dibilang seperti itu. Setiap bulan pula melihat perkembangan percetakan Al-Quran di beberapa toko buku, hanya untuk melihat terbitan Al-Quran yang baru.

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan tinggal di Bandung. Di Bandung ada percetakan Al-Quran yang bagus menurut saya, yaitu Syaamil dan Cordoba. Senang sekali, karena kedua-duanya berlomba untuk memberikan yang terbaik, bersaing.

Contoh,
Al-Quran tilawah versi Syaamil, Cordoba juga punya.
Al-Quran tafsir per kata versi Syaamil, Cordoba juga punya.
Al-Quran tajwid Syaamil, Cordoba juga punya.
Al-Quran hafalan Syaamil, Cordoba juga sekarang sudah punya.
dan seterusnya…

Dengan persaingan, banyak perbaikan dilakukan terus menerus, agar menjadi yang terbaik. Semakin bersaing, semakin bagus pula kualitas tulisan Al-Qurannya, lebih jelas dan nyaman dibaca.

Mau pilih Al-Quran Syaamil atau Cordoba?.
Saran, jika ingin membeli Al-Quran, pilih Syaamil atau Cordoba saja. Sama sekali tidak bermaksud untuk promosi lo yaa…, hehehe.