Menikmati Jam-jam Terakhir

Sudah banyak yang dilakukan di sini (Lombok). Liburan ke pantai, buka bersama, kumpul bersama teman-teman, bermain sepeda, futsal, main PS, menginap di sini menginap di situ, main catur, main domino, main congklak, berenang bareng adik-adik, tidur bareng adik-adik, banyak lah pokoknya.

Sudah tinggal beberapa jam lagi balik ke Bandung, meninggalkan keluarga, teman-teman. Benar-benar jam-jam terakhir ini harus dinikmati, harus dinikmati. Enggan sekali rasanya packing, maunya terus bermain saja, seperti masih kurang suntikan liburannya, beuh.

Selamat tinggal yoo Lombok… :p

Detik-detik perpisahan,

Iklan

Logam di Bandara

Sekarang, pemeriksaan di Bandara semakin ketat. Tepatnya ketika saya mudik kemarin tanggal 25 Juni 2016 di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ketika pemeriksaan barang bawaan, alat pendeteksi juga mendeteksi logam, seperti sabuk, bahkan uang logam. Kalau punya uang recehan saja di kantong, alarm akan berbunyi, haddeeeh merepotkan.

Saya tidak tahu alasannya mengapa, karena saya tidak mempunyai banyak ilmu tentang hal ini, hehehe. Tapi perubahan yang ada pasti ada alasannya, demi pelayanan dan keamanan yang lebih baik.

Oia, kalau memakai “gigi emas” bagaimana ya? bukankah itu logam juga? jangan-jangan terdeteksi juga, hahahahaha.

Gara-gara di Lombok

Sudah lebih seminggu di Lombok, banyak yang berubah dan terabaikan, salah satunya adalah aktivitas ngeblog. Di Lombok, jadi jarang sekali membuat tulisan di blog ini, sibuk bermain bersama adik-adik, main catur, domino, dan congklak. Sebenarnya masih ada permainan lain, seperti latihan taekwondo dan berenang. Sehubung sekarang bulan puasa, oleh sebab itu kami main permainan yang tidak begitu menguras tenaga.

Gara-gara di Lombok, waktu tidur juga terganggu. Kalau pagi biasanya tidur jam 10, sekarang malah tidur jam 7 atau jam 8 pagi, dan itu tidurnya sampai siang, haddeeeh keenakan tidur.

Tentu banyak aktivitas lain juga ikut berubah, namun tidak bisa disebutkan satu persatu, hehehe.

Ini juga baru bangun tidur, kemudian ngeblog…

Sakit

Walaupun otot kuat, apa daya kalau sedang sakit. Mudah sekali bagi Allah mengirimkan penyakit kepada kita. Yang biasanya kuat lari 5-10 kilometer, kalau sakit bisa jadi berdiri saja memerlukan banyak perjuangan, pengennya tidur saja.

Harus banyak berpikir, berpikir mengapa kita sampai sakit. Kepala sakit, siapa tahu pikiran kita selama ini negatif mulu, jarang ingat kepada Allah. Jika sariawan, barangkali kita jarang sekali menggunakan mulut ini untuk berdzikir kepada Allah. Pasti ada hikmah di dalam setiap sakit yang kita alami, bukan sebuah kebetulan.

Bukankah sakit sebagai penggugur dosa?
sabar, sabar, sabar….. ^^

Selamat Selamat Selamat

Selamat ya buat yang sidang hari ini, keren lah bisa lulus tepat waktu, hihihi. Hari ini jalan-jalan ke gedung FPMIPA UPI untuk melihat anak-anak peserta ujian sidang, cakep & cantik-cantik, pakaian rapi dan wajah bersahaja, hihihi. Ada yang menangis, ada pula yang senang, prok prok prok.

Mereka pasti punya persiapan matang berbulan-bulan sebelumnya, membuat bab 1, bab 2, hingga bab 5. Belum lagi kalau di jurusan saya, kita membuat produk juga, yaitu membuat game media pembelajaran. Ini kan lumayan membutuhkan waktu yang lama dan sudah pasti harus memiliki kesabaran.

Setelah selesai sidang, mereka berfoto bersama dosen pembimbing, hahhay!. Seperti biasa, mereka sepertinya akan mengupload foto itu ke media sosial, hihihi. Yang terakhir, tak lupa saya mengucapkan selamat kepada mereka, berharap saja saya nanti bisa seperti mereka, segera sidang, hihihi.

prok prok prok…