Rekomendasi Pembelajaran Tajwid/Tahsin

Alhamdulillah, semakin hari, banyak ya tempat-tempat pembelajaran tahsin/tajwid di Indonesia. Dengan berbagai metode unggulan mereka untuk membuat santrinya bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Saya ingin merekomendasikan tempat pembelajaran tahsin. Dimana?

Terserah Anda ingin belajar tahsin di mana, tapi saya sarankan sekali untuk belajar pada guru yang mempunyai sanad, yang bacaannya sesuai dengan Rasulullah saw, Insyaallah. 

Pernah belajar tahsin pada banyak guru/ustadz? bukankah terkadang apa yang diajarkan ustadz satu dengan yang lainnya berbeda?

Nah, supaya tidak membingungkan, direkomendasikan sahabat-sahabat untuk belajar Al-Quran pada guru yang mempunyai sanad bacaan Al-Quran. Kalau diajarkan oleh guru yang bersanad, kita tidak ragu lagi untuk menyampaikan ilmu Al-Quran yang telah diajarkan kepada orang lain, bukankah begitu? hihihi

Hayuuu, semangat belajar membaca Al-Quran… ^^

Iklan

Logam di Bandara

Sekarang, pemeriksaan di Bandara semakin ketat. Tepatnya ketika saya mudik kemarin tanggal 25 Juni 2016 di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ketika pemeriksaan barang bawaan, alat pendeteksi juga mendeteksi logam, seperti sabuk, bahkan uang logam. Kalau punya uang recehan saja di kantong, alarm akan berbunyi, haddeeeh merepotkan.

Saya tidak tahu alasannya mengapa, karena saya tidak mempunyai banyak ilmu tentang hal ini, hehehe. Tapi perubahan yang ada pasti ada alasannya, demi pelayanan dan keamanan yang lebih baik.

Oia, kalau memakai “gigi emas” bagaimana ya? bukankah itu logam juga? jangan-jangan terdeteksi juga, hahahahaha.

Jangan Terlalu Takut, Jangan Terlalu Berani

Sebenarnya dari judul sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi…hihihi.

Misalkan lombat dari ketinggian 5 meter kolam renang. Berani? jangan terlalu takut, jangan terlalu berani. Kalau terlalu takut nanti malah terbayang-bayang dan akhirnya menyesal karena belum mencoba. Kalau terlalu berani (padahal ragu-ragu dan minim persiapan), nanti malah cara jatuhnya salah, di kolam malah yang duluan terkena air bukan kaki, melainkan perut, itu kan perih sekali, hahaha.

Contoh lain, belajar mengendarai motor. Kalau pakai sepeda saja belum bisa, jangan terlalu berani sampai latihan mengendarai motor di tengah jalan raya yang ramai, khawatir nanti Anda terpental, he.

Berani juga tidak sembarangan…

Jungkir (2)

Banyak orang yang bilang mainan anak-anak sekarang itu tidak asyik. Contohnya adalah main smartphone lah, main Laptop lah, main tablet lah, dan berbagai macam teknologi baru lainnya. Mainan anak-anak zaman sekarang kok dibilang nggak asyik? mereka bilang kerjaannya hanya itu saja, jarang sekali bermain keluar, berdiam diri dan memainkan gadget-nya.

Dibalik itu, anak-anak itu bilang “ah kasian sekali kakak-kakak itu, masa kecilnya cuman main pletokan, sodor, lompat tali, katapel, petak umpet, benteng, egrang, kelereng, congklak, bekel, gangsingan.”

Yaps! ketika kita menganggap mainan anak-anak zaman sekarang tidak asyik, mereka (anak-anak ) itu menganggap mainan kita dahulu malah lebih tidak asyik, hihihi.

 

Jangan Tidur Lagi Setelah Shubuh

Senang sekali membahas tentang tidur. Banyak sekali tulisan saya di blog ini tentang tidur. Banyak orang menilai aktivitas ini adalah aktivitas sederhana, padahal sebenarnya ini merupakan aktivitas istimewa.

Bayangkan saja, dalam 1 hari ada 24 jam, sementara kita tidur rata-rata 8 jam sehari, itu artinya 1/3 dari waktu sehari. Jika umur kita 60 tahun, berarti selama 20 tahun waktu kita untuk tidur saja, ckckck.

Jangan tidur lagi setelah shubuh, lebih baik beraktivitas, apa saja silahkan, bisa olahraga, membaca, atau jalan-jalan. Kalau sudah beraktivitas pagi-pagi sekali, InsyaAllah aktivitas di siang hari akan lebih produktif.

Kalau saya, setelah shubuh walaupun ngantuk, tetap saja olahraga, ngantuknya ditahan, nanti lama-lama berhenti kok. Nah, nanti kalau sudah waktu dhuha, baru mulai tidur, hihihi. Yang penting kan tidak langsung tidur habis shubuh, hohoho.