Jangan Terlalu Takut, Jangan Terlalu Berani

Sebenarnya dari judul sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi…hihihi.

Misalkan lombat dari ketinggian 5 meter kolam renang. Berani? jangan terlalu takut, jangan terlalu berani. Kalau terlalu takut nanti malah terbayang-bayang dan akhirnya menyesal karena belum mencoba. Kalau terlalu berani (padahal ragu-ragu dan minim persiapan), nanti malah cara jatuhnya salah, di kolam malah yang duluan terkena air bukan kaki, melainkan perut, itu kan perih sekali, hahaha.

Contoh lain, belajar mengendarai motor. Kalau pakai sepeda saja belum bisa, jangan terlalu berani sampai latihan mengendarai motor di tengah jalan raya yang ramai, khawatir nanti Anda terpental, he.

Berani juga tidak sembarangan…

Iklan

Jungkir (2)

Banyak orang yang bilang mainan anak-anak sekarang itu tidak asyik. Contohnya adalah main smartphone lah, main Laptop lah, main tablet lah, dan berbagai macam teknologi baru lainnya. Mainan anak-anak zaman sekarang kok dibilang nggak asyik? mereka bilang kerjaannya hanya itu saja, jarang sekali bermain keluar, berdiam diri dan memainkan gadget-nya.

Dibalik itu, anak-anak itu bilang “ah kasian sekali kakak-kakak itu, masa kecilnya cuman main pletokan, sodor, lompat tali, katapel, petak umpet, benteng, egrang, kelereng, congklak, bekel, gangsingan.”

Yaps! ketika kita menganggap mainan anak-anak zaman sekarang tidak asyik, mereka (anak-anak ) itu menganggap mainan kita dahulu malah lebih tidak asyik, hihihi.

 

Pantas Skripsinya Cepat Selesai

Skripsi
Skripsi | ilustrasi: metachris.com

Bagi mahasiswa, siapa yang tidak kenal skripsi? skripsi itu adalah hal yang ditunggu-tunggu sekaligus hal yang paling dihindari, hehehe. Pengalaman, ternyata kalau sendirian membuat skripsi, sangat malas sekali. Beda kalau misalkan dikerjakan bareng teman, akan lebih semangat mengerjakannya. Walaupun ada juga kalau bareng teman kadang-kadang malah sebaliknya, bukannya mengerjakan skripsi, malah bermain game sampai larut malam.

Ada teman menyarankan saya agar mencari pacar, katanya biar skripsinya cepat beres, hadduuuh. Langsung terlintas dalam pikiran, teman-teman yang mempunyai pacar, ternyata benar banyak di antara mereka skripsinya cepat beres, apakah karena motivasi dari pacarnya? dikerjakan pacarnya? atau? pantas skripsinya cepat selesai.

Hm, saya tidak mau cari pacar ah, teman saja…

Tamparan! (35)

Tidak mau mem-Follback.

Saya sedikit merasa aneh dengan orang-orang yang tidak mau mem-follback orang lain dalam dunia blogging. Ada apa? apa yang membuat kalian tidak ingin mem-follback kami? hahahaha, apakah itu akan menggangu timeline kalian?

Sudahlah, kesimpulan saya, mungkin mereka merasa lebih tinggi, hehehe. Berbeda jika mungkin dia sudah terkenal, followernya banyak. Tapi kalau kalian followernya sedikit atau biasa-biasa saja, kenapa harus gengsi mem-follback (kami)? hehehe.

Hitulanglah jika mem-follow itu adalah suatu kebaikan, karena Ia ingin mempunyai teman baru, teman maya. Nah, bukankah kebaikan mesti dibalas dengan kebaikan pula? cayyooo…

Ini ada dalam dunia blogging…

Daripada nge-Like

Pada WordPress atau Tumblr, ntah kenapa lebih suka berkomentar dari pada nge-Like postingan teman. Orang nge-Like belum tentu membaca tulisan kita. Meninggalkan komentar pada blog orang juga belum tentu sudah membaca habis postingan/tulisan kita, hehehe.

Hayu jujur, siapa nge-Like karena hanya membaca judul postingan orang saja? atau siapa memberikan/meninggalkan komentar hanya setelah membaca beberapa baris tulisan saja? hehehe, semua kita sepertinya pernah.

Tidak ada salahnya asal nge-Like, orang akan senang. Karena ada feedback/umpan balik atas tulisan yang Ia buat. Hayu saling menghargai dengan nge-Like dan meninggalkan komentar pada postingan sahabat-sahabat kita.

Eits, kalau saya daripada nge-Like, mending berkomentar saja, atau boleh juga dua-duanya, hihihi.