Membuang Struk Belanja

Beli Al-Quran lagi. Belinya di Daarut Tauhiid. Pada saat membeli, Al-Qurannya masih terbungkus rapi. Baru pertama kali membeli di sini, karena biasanya saya membeli Al-Quran di Gramedia, toko buku, atau terkadang juga di Palasari, Bandung.

Kalau membeli di Gramedia atau Palasari, kita bisa melihat isi/lembar Al-Quran, untuk mengecek apakah Al-Quran/mushaf dalam kondisi baik, karena bisa jadi ada beberapa lembar yang cacat, ntah itu buram, kusut, dsb.

Ketika membeli, saya malah membuang struk belanja. Ketika sampai di kosan, saya melihat ada 3 lembar pada mushaf yang tulisannya buram. Tidak berpikir lama, saya pun kembali ke Super Mini Market Daarut Tauhiid. Mengais-ngais tempat sampah, hanya untuk mencari struk belanja, tidak ketemu.

Struk belanja tidak ketemu, malah ketemunya dengan dosen pembimbing skripsi, haddoooh. Beliau tiba-tiba mencolek dari belakang, (adegan horor, tidak usah diceritain).

Hingga akhir cerita, oleh kasir saya dikasi untuk menukarkan Al-Quran tsb, Alhamdulillah. Pelajaran yang bisa diambil adalah, jangan cepat membuang struk belanja/struk pembayaran, apalagi kalau yang Anda beli seperti barang-barang elektronik. Tidak semua tempat belanja mengizinkan kita menukar barang tanpa menggunakan struk pembayaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s