Memetik Hikmah (4)

Sandal hilang di masjid
Sandal Hilang | via: http://rotasinews.com/

Sering sekali terjadi ada sandal hilang di masjid, jika bukan orang lain berarti sandal Anda lah yang hilang, hehehe. Jika Anda bilang tidak pernah terjadi kehilangan sandal, berarti Anda kurang peka saja, hahahaha.

Kemarin tepatnya, sandal saya hilang. Bukan pertama kali, melainkan beberapa kali. Karena sudah sering kehilangan, jadi biasa-biasa saja, kalau hilang tinggal beli sandal di sekitar masjid.

Namun, berbeda dengan kejadian sandal hilang minggu lalu, waktu itu saya tidak membawa uang, jadi tidak bisa membeli sandal. Jarak masjid dengan kosan lumayan jauh. Mau tidak mau, harus berjalan kaki pulang di tengah keramain dalam keadaan telanjang, maksudnya telanjang kaki, hehehe.

Saya berpikir, ya Allah, malu juga dilihat banyak orang. Bayangkan, malu sama manusia saja sudah begini rasanya. Pertanyaannya adalah, “apakah kita pernah merasa malu kepada Allah? pernah merasa diawasi Allah?” yang sudah jelas selalu mengawasi kita setiap saat. Harusnya, harusnya kita selalu merasa terus dilihat Allah, diawasi Allah Swt…

Iklan

2 pemikiran pada “Memetik Hikmah (4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s