Sembilu (7)

Satu kejadian yang sedikit menyebalkan, menyayat hati.

Adalah waktu sedang lapar-laparnya, baru pulang kuliah, kemudian membeli lauk, dan setelah sampai di kosan, ternyata tidak ada nasi, belum menanak nasi.

Lauknya mau diapain?
1. Ingin dimakan saja kan kurang kenyang
2. Ingin pergi ke warteg untuk makan, sudah terlanjur karena sudah membeli lauk
3. Lauknya mau dikembalikan ke warteg kan mustahil, malu, hahaha
4. Mau dibuang lauknya, bodoh, he

Ah, kalau saya lebih memilih membeli roti, kemudian menanak/memasak nasi. Sembari menunggu nasi sudah siap dimakan, sambil memakan roti, agar tidak kelaparan, he. Rotinya tidak banyak, hanya untuk menunda lapar saja.

Bagi orang yang sabar atau sudah terbiasa puasa sunnah, saya rasa tidak keberatan menunggu 30 menit sampai nasinya matang. Hm, sepertinya harus belajar dan berusaha istiqomah untuk puasa sunnah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s