Kamar Mandi dan Komandan

Waktu pelatihan di pesantren Sabtu kemarin, ada beberapa santri izin untuk ke kamar mandi. “Pak, izin bersiul”, begitu cara kami meminta izin untuk buang air kecil. Kalau minta izin buang air besar, bilangnya “Pak, izin bernyanyi”, hm… ada-ada saja.

Setelah ke kamar mandi, sekitar 20 orang mengantri. Kok lama sekali ya pintunya terbuka, orang yang di dalam kamar mandi mungkin sedang melamun. Kami memberanikan diri untuk berteriak, “Woe cepetan dong! Hayu dipercepat”, malah kalau tidak salah, lampu kamar mandi sempat juga dihidup-matikan, parah.

Setelah itu, tiba-tiba satu dari tiga kamar mandi terbuka, dan yang keluar bukanlah santri, melainkan komandan pelatihan, huaaaa!!! kami seketika terdiam dan setelah itu meminta maaf. Bukan hanya kami saja yang terdiam, melainkan komandan juga, komandan marah? malu? yang jelas itu bukanlah ekspresi ceria.

By the way, saya juga ikut mengetuk pintu dan berteriak, “cepetan keluar!!! hayu dipercepat, dipercepat!”. hahahaha, maaf komandan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Kamar Mandi dan Komandan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s