Tidak Harus Rezeki Terdeteksi oleh Kita

Rezeki
Rezeki | ilustrasi: gendies.com

Bukan hanya uang lo yang dikatakan rezeki. Melainkan pemberian orang juga, ilmu, jabatan, anak, hadiah, makanan yang ada di depan kita, dll.

Contoh paling gampang rezeki yang terdeteksi adalah gaji. Kita tahu berapa jumlah nominal gaji kita. Tapi, apakah selama sebulan rezeki yang datang “hanya” datang dari gaji? Ooh tidak, tidak harus rezeki terdeteksi oleh kita.

Bisa jadi ketika dalam perjalanan, ban motor kita bocor, dan biaya tambal ban gratis karena kebetulan tukang tambal bannya adalah teman kita dulu, padahal sebenarnya bukan “kebetulan”, melainkan sudah diatur oleh Allah. Atau rezeki karena dapat hadiah umroh. Contoh lainnya, dapat sayur kangkung dari tetangga, teman menjenguk dikala sakit, dan masih banyak contoh lain lagi.

Sekali lagi, tidak harus rezeki terdeteksi oleh kita, okay?!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s