Surabi Ketika Dingin

Sekarang sarapannya surabi euy, mantab!. Di Bandung namanya surabi, kalau di daerah lain seperti di daerah saya (Lombok) namanya serabi. Hanya berbeda 1 huruf saja, di Bandung pakai u yang lain e (s”e”rabi).

Saya biasanya membeli surabi di Gegerkalong Girang, Bandung. Harganya seribuan. Kalau disini, ada dua pilihan rasa, coklat dan oncom. Mau beli? hayu kesini. ^_^

Ternyata rasa surabi “wenak” maksimal itu ketika hangat pemirsa. Kalau kepanasan juga bisa-bisa melelehkan lidah, he. Nah, surabi ketika dingin? cita rasanya berkurang 50%, hahahaha. Sangat berbeda sekali perubahan kenikmatan rasa yang diberikan surabi, he. Tapi, ada yang tidak berubah, apa itu? “Alhamdulillah, mau hangat, panas, dingin, tetap saja membuat kenyang”, Alhamdulillah…

Iklan

2 pemikiran pada “Surabi Ketika Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s