Laporan

Anak sekolah disibukkan dengan laporan praktikum, anak kuliah tidak kalah sibuknya membuat laporan kegiatan. Dulu seingat saya, kalau laporan ketika zaman SMA tidak ada yang tebal, sedang biasa saja. Kalau laporan di bangku kuliah, rata-rata tebal, tidak enak dilihat apalagi di bawa, berat. he

Laporan yang tebal
Mengapa laporan harus tebal? – ilustrasi: atinsights.com

Nah, saya bingung, kenapa harus tebal?
Apakah mengikuti laporan-laporan sebelumnya?
Atau ingin saja tebal, sehingga menurut Anda, yang lebih tebal, nilainya pun akan tebal, nilai laporan lebih besar.
Ooh, persepsi ini yang salah. Jika orang lain laporannya tebal, ya kita sesuaikan saja dengan kegiatan sesungguhnya. Tulis semua kegiatan di laporan, kalau misal sudah semua ditulis, dan laporan tidak tebal, ya biarkan saja. Lah, terus masalahnya apa? jangan dipaksa menjadi tebal.

Lebih baik isinya jujur, tidak kurang dan tidak lebih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s