Tamparan! (17)

Nelpon Akhwat

Beli paket nelpon 3000an di salah satu provider, niat hanya buat nelpon orang tua. Yosh!, tidak menunggu lama langsung menelepon orang tua. Biasa, menanyakan kabar, minggu ini mengerjakan apa saja, dan sempat berbicara sama adik-adik yang ada di kampung sana, Lombok.

Setelah menelepon mereka, ternyata masih ada sisa gratisan menelepon. Ah sayang kata hati, harus dihabiskan nih, mubazir. Pertama menelepon teman, teman cewek, eh nomornya nggak aktif. Lanjut menelepon cewek lagi, akhirnya nyambung juga, tapi dia bilang “maaf ini Aku sedang telponan sama teman, ada tugas”. Saya hanya bisa menjawab, “iyo nggak apa-apa, maaf ya mengganggu, Saya tutup telponnya, Assalamualaikum.” tut tut tuuut, perbincangan hanya itu saja.

Hadduuuh. Akhirnya Saya nelpon akhwat. Yang tadi nelpon cewek, kalau yang ini nelpon akhwat lho ya. hahaha. Baik, Saya menelepon dia, lumayan lama Saya menunggu, sepertinya Dia batuk-batuh dulu, “ehem, ehem” biar suaranya bagus, he. Akhirnya di jawablah, “iya halooo”,

Saya: Tahu Saya siapa?
Akhwat: iya lah, kan namanya ada di sini, ada yang bisa dibantu?
Saya: Nggak ada
Akhwat: Ooh, kalau nggak ada, yaudah ditutup saja ya.
Saya: hah?
Akhwat: iya, kata Ustad Saya kalau nelpon ikhwan dan tidak ada keperluan, harus di waktu.
Saya: Oh gitu, baik terimakasih ya. hihihi. Saya tutup nih telponnya, bye~

tut tut tuuut…
Jleb, ini yang terakhir.
Sudah kapok memanfaatkan gratisan nelfon buat nelpon-nelpon orang kalau tidak ada keperluan, ya buat apa. Pelajaran memang tidak mesti dari buku pelajaran, melainkan juga dari pengalaman memalukan. hihihi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s