Harusnya sih Dicicil

Nasi sudah menjadi bubur, kalau sudah menjadi bubur tidak bisa berubah menjadi nasi lagi. Penyesalan memang selalu terasa di akhir. Apa boleh buat, ini kesalahan sendiri, harus dihadapi, tidak perlu kabur dan menghindar hilang dari kenyataan. he

Ketika awal PPL, Saya disuruh membuat buku agenda oleh guru pamong. Saya membuatnya, namun tidak diisi secara kontinu atau berkelanjutan. Buku agenda mengajar berisi absensi siswa, penilaian ulangan, penilaian tugas, jadwal mengajar, urutan materi yang diajarkan mulai dari awal pertemuan sampai akhir, dll. Saya tidak konsisten mengisinya, akhirnya Saya lupa sudah mengajar tanggal berapa saja, materi yang diajarkan, padahal pengumpulan laporan individu PPL tinggal beberapa hari lagi dan data ini sangat dibutuhkan sekali. Tidak mungkin mengarang mengisi buku agenda mengajar ini. hm…

Harusnya sih tugas itu dicicil, dibuat secara kontinu atau berkelanjutan sampai selesai, jangan ditumpuk-tumpuk. Mustahil mengerjakan tugas besar dalam satu hari, mau memaksakan diri? haddeeeh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s