Nostalgia (1)

Bulutangkis

Nostalgia, ketika muda dulu (SMP), sering sekali bermain bulutangkis bersama Bapak. Jadi, karena terus-terusan bermain bareng, kemampuan kita sama, hahaha. Biasanya setiap sore, dan yang menantang/mengajak pasti tidak lain dan tidak bukan adalah Saya.

“Ayo Pak main”, sambil membawakan dua raket, satu untuk Saya dan satu lagi untuk Bapak, beliau pun mengiyakan ajakan Saya. Yang paling menarik ketika bermain bulutangkis bersama Bapak adalah gerakan beliau, beliau tidak begitu banyak bergerak ketika melawan Saya (baca meremehkan), he. 

Ada lagi yang lebih menarik, sampai sekarang belum terlupakan, beliau tidak akan puas jika muka Saya tidak terkena bola (Shuttlecock). Jadi, Bapak senang sekali ketika smash dan bola melesat mengenai wajah Saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s