Sembilu (5)

Kalah Penalti itu PERIH

Percuma memasukkan bola di setiap pertandingan kalau ujung-ujungnya kalah. Barangkali Anda pernah menonton adu penalti di televisi, Saya yakin suasananya menegangkan, apalagi yang main adalah tim favorit Anda. Sebenarnya daripada Anda yang sedang menonton, mereka jauh lebih “cenat-cenut” deg-deg-an.

Hari ini milik tim lawan. Kami kalah adu penalti di semifinal. Padahal, sudah unggul 2 gol, dan peluang jauh lebih banyak kami dapatkan daripada tim lawan. Tapi, di babak kedua, mereka bisa mengejar ketertinggalan dan sampailah pada saat yang paling menyebalkan, adu penalti. Tiga penembak kami gagal memasukkan bola ke gawang, sialnya nasib kami.

Saya teringat, ketika menembak bola, sudah tiga kali membentur tiang gawang lawan. Mereka benar-benar beruntung bisa menang, atau ini hanya alasan dariku karena kalah, haddeeeh. Saya lebih memilih kalah 5-0 daripada kalah adu penalti, kalah adu penalti rasanya “perih” sekali, sakitnya 11-12 dengan putus cinta, hemm. Sedihnya lagi, kita tidak dapat duit karena tidak ada perebutan juara 3. Kami hanya pamit ke lawan, bersalaman, dan langsung pulang…
Malang sekali,

#CS-Cup #IlmuKomputerUPI #Futsal #Semifinal #PILKOM-A-2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s