Tamparan! (15)

Jangan Bilang “Tau Gini” Lagi

Tau gini, Aku nggak bakal pergi ke pasar (hujan)
Tau gini, gak bakal jadi Aku ke rumah Dia (macet)
Tau gini, Aku nggak bakal beli sepeda ini (rugi)
Tau gini, Aku nggak akan ikut bertanding (luka)
Tau gini, jurusan kuliah ini nggak akan Aku pilih (salah jurusan)

Anda sepertinya pernah berkata “tau gini”, Saya pun begitu. Mengatakan dua kata ini membuktikan kita kurang bersyukur atas keadaan yang sedang menimpa kita. Padahal apa yang buruk menurut kita, terkadang baik menurut orang lain. Contoh, hujan. Kita tidak jadi ujian karena hujan, namun mereka para petani sangat membutuhkan turunnya hujan. So, kita harus lebih luas lagi dalam berfikir, lebih luas.

Ada lagi, misalkan macet. Sudahlah, jangan update status “muaaCceeeeettt” segala, emang kalau update status seperti itu, bakal nggak macet gitu? nggak ngaruh kaliii…Lebih baik sabar saja.

Mengerjakan soal yang sulit pada saat ujian, langsung bilang, hadduuuh, kepalaku terasa pecah!, lah emang pernah kepala Anda pecah terus bilang gitu? jangan lebay. (Maaf ini tidak ada hubungannya dengan judul di atas, he)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s