Tamparan! (12)

Saya Tidak Butuh Orang yang Rajin, Saya Butuh Orang yang Ikhlas

To the point saja, sangat sulit sekali mencari seseorang yang ikhlas melakukannya. Dia rajin, namun ada harapan lain dibalik semua pekerjaannya. Yang lebih parahnya lagi dia malas dan tidak ikhlas. Banyak orang yang bilang bahwa orang ikhlas itu tidak ujuk-ujuk langsung “beneran asli” ikhlas, melainkan ini semacam ada keterbiasaan yang terlibat.

Contohnya guru, awal menjadi guru semangatnya 45. Namun mengingat besarnya tanggung jawab, menghadapi perbedaan karakter anak setiap harinya, dan minimnya gaji yang didapat, bisa saja membuat sang guru malas dan tidak ikhlas. Tahun demi tahun karena guru tersebut sakit parah, dia teringat dengan siswanya, bahwa hari ini sang guru harus mengajar. Karena keterbiasaan mengajar itulah yang menjadikannya ikhlas untuk mengajar. Bahkan tidak sedikit guru yang mengajar, walau beliau sedang dalam keadaan sakit.

Hanya pendapat. Orang ikhlas tidak banyak mengeluh, tidak banyak berkomentar, apalagi iri melihat rekan kerja yang berkontribusi sedikit.

Tulisan ini Saya persembahkan untuk sahabat seperjuangan KKN… ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s