Sesat Kalau Sampai Bangun Tidur Pakai Alarm

Celotehan ini hanyalah pendapat Saya pribadi. Karena berdasarkan pengalaman dan memang terbukti. Tidak bisa dipungkiri sekarang untuk bangun tidur tidak sedikit orang memakai alarm agar bisa bangun tepat pada waktunya (yang diinginkan).

Namun, apa iya hanya sesederhana itu?
apa iya hanya bangun tepat waktu? yaps memang untungnya bisa bangun pada jam yang kita inginkan. Tapi dengan memakai alarm kita akan dibangunkan secara “paksa” oleh alarm itu sendiri. Jadi, tubuh kita belum siap untuk bangun, eee malah dibangunin sama alarm. Bagaimana rasanya? kurang nyaman kan? dan kerap sekali mengalami pusing-pusing yang tidak biasa.

ilustrasi: pronagger.com

Untuk lebih jelas, kita analogikan dengan contoh yang lain. Oke, sebagai contoh ketika bulan puasa kita biasanya dibangunkan oleh ibu/bapak atau mungkin saudara (anggap saja mereka alarm, he). Ketika dibangunkan, untuk mengangkat badan saja sudah malas, mata ingin dipejamkan lagi, dan mood hilang. Lebih baik bangun sendiri, dan ini membutuhkan kebiasaan, kebiasaan bangun pagi.

Tidur cukup juga bisa mempengaruhi “mood”. Jika tidur cukup (kurang lebih 8 jam), biasanya kita siap untuk melakukan berbagai aktifitas. Mood yang bagus bisa mendobrak karya/hasil kerja yang lebih berkualitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s