Kangen Kaidah “Belum 5 Menit”

Dulu ketika masih kecil, jajan yang jatuh juga dipungut lagi sembari mengatakan “eh, belum 5 menit”. Setelah itu si jajannya langsung dilahap tanpa sisa, syukur-syukur tidak ada yang melihat. Tidak ada yang melihat karena Saya sendiri menengok kiri-kanan sepanjang jalan agar tidak terlihat. He.

ilustrasi: assets.kompas.com

Boro-boro mikirin kotor atau bersih makanan/jajan yang jatuh, Saya lebih mengutamakan kenikmatan dari potongan makanan yang jatuh, lumayan bisa membuat perut sedikiiit kenyang. Tapi perlu diingat bahwa, makanan yang jatuh itu tidak selamanya harus dipungut lagi dan langsung ditelen, melainkan bergantung lagi pada jenis makanannya, bagaimana kalau makanan itu agar-agar? atau bubur? atau cendol? masih mau dipungut lagi? -_-hahahaha…jangan ambil resiko, ambulance” siap menampung Anda.

Kalau sekarang, jarang Saya melihat orang menerapkan “kaidah belum 5 menit ini”. I don’t know apa alasannya, apa karena malu? apa gengsi? gak peduli? kalau alasannya karena kesehatan si, Saya “no comment” lah. Karena memang seharusnya seperti itu, makanan yang sudah jatuh dan terlihat sudah berbaur dengan tanah tidak mesti dipungut. Begitulah…

Saya kangen sekali mengatakannya….. “belum 5 menit”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s