Bedanya Bekerja dengan Otak dan Bekerja dengan Otot

Menarik ya jika dilihat dari judulnya. Padahal umunya, sejatinya tidak ada yang bekerja dengan otak saja, begitu pun dengan otot, tidak ada yang bekerja dengan otot saja, pasti melibatkan otak. Namun, di sini bedanya adalah seseorang bekerja lebih banyak menggunakan otaknya atau ototnya.

ilustrasi: cohearingspecialists.com

Jika bekerja menggunakan otot, katanya sih ya kalau sudah capek kemudian istirahat lagi (tidur), maka staminanya setelah istirahat akan kembali lagi (pulih), dan bisa melanjutkan pekerjaan seperti sedia kala. Berbeda dengan seseorang yang bekerja dengan otak, kalau sudah pusing sekali, walaupun sudah tidur dan bangun lagi, masih saja tetap pusing dan pekerjaan tidak maksimal diselesaikan. Kurang lebih seperti itu perbedaan mendasarnya.

Pendapat di atas Saya dapatkan dari seorang guru biologi di SMA

Okay, untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh buruh pasar yang lebih mengandalkan ototnya dalam bekerja. Ketika sudah mengangkut banyak barang, Dia akan istirahat sebentar seperti minum atau tidur, kemudian bisa melanjutkan pekerjaannya. Berbeda dengan orang yang bekerja dengan otak, jika dia pusing atau bahkan stres mungkin, pekerjaannya bisa saja ditunda-tunda karena kondisi yang membuatnya akan tidak maksimal menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s