Kalau Tidak Ada Cinta, Manusia Akan Perhitungan Sekali

Pernah melihat sahabat yang pacaran? wah ini merupakan sebuah contoh yang sangat jelas sekali terhadap tema bahasan kali ini. Hehehe. Bagamaimana rasanya menunggu kekasih yang walaupun berjam-jam masih bisa betah. Mengapa? tanyakan pada cinta.

Dan kemudian, yang menurut Kita bahwa seseorang itu jelek, namun menurut pacarnya Dialah yang terbaik. Bukan memaksa, tapi cinta lah yang membuat Dia menerima si cinta apa adanya. Coba saja tidak ada cinta di antara mereka, mungkin sedikit jerawat yang tumbuh pun akan membuatnya meminta putus, Kita putus! hahahaha, segitunya.

Kata “Perhitungan” tidak berlaku dalam percintaan. Contoh lain adalah ketika mereka yang makan bareng disuatu restoran. Beuh! coba tebak yang bayar siapa? cewek atau cowok? he. Mereka malah berebutan untuk membayar sajian makanan yang sudah mereka santap bersama. Huaaaaaa!!! So Sweet…Jika mereka menuntut pacarnya untuk membayar, yaaah itu berarti cintanya kurang, atau malah tidak ada cinta sama sekali.

ilustrasi: starringjcc.files.wordpress.com

Sudah ah! kenapa harus pacaran sih yang menjadi contoh. Sekarang kita beralih ke contoh yang lain. Ibu! bagaimana ibu sangat mencintai Kita, sedari baru lahir, balita, hingga sampai saat ini walau dikata Kita sangat membuat beliau kesal dan marah, tapi yakinlah ibu kita tetap pada jalur perasaan yang tidak akan pernah berubah, selalu mencintai kita.

Andaikan ibu tidak mencintai kita, ya sudah dibuang Kita dari dulu, ngerepotin!

Tidak akan pernah terganti cinta kedua orang tua, walaupun Kita berjuang sekeras mungkin untuk membalas jasa keduanya. Oh, mustahil sekali. So, manfaatkan waktu untuk kedua orang tua, jika jarak yang membatasi muka untuk bertemu, apa salahnya untuk menggunakan smart phone, media, email, dsb. Hormati kedua orang tua, jangan mengecewakannya, walaupun tidak akan pernah mampu membalas kecintaan mereka, tapi setidaknya Kita berusaha untuk menjadi seorang anak yang bisa dibanggakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s