Ada yang Tega Meninggalkan Istrinya Sendirian di Angkot

Kuliah di Bandung mau nggak mau Aku pun harus tinggal di sini. Kota kembang, kota periangan, memang begitulah julukannya, dan Aku pun setuju dengan julukan ini. He. Bagaimana indahnya kota ini, dan membuat seseorang gembira termasuk Aku yang ketika itu jalan-jalan ke salah satu tempat di Bandung.

BEC (Bandung Electronic Center) dan Gramedia, Aku menyusuri dua tempat ini saat matahari sudah menampakkan sinarnya, kalau matarahinya belum tampak, tokonya belum buka. Hohoho. Inilah yang Aku lakukan saat lagi sendiri dan tak tau harus berbuat apa. Jalan-jalan men!

image

Saat pulang, melewati zebra cross Akupun menyeberang menuju jalan sebelah kiri. Dengan perlahan dan seakan menyetop mobil dengan tangan kiri untuk memperlambat lajunya. Berhasil menyeberang dengan selamat, Akupun naik angkot Kalapa-Ledeng dan seperti biasa, prioritasku adalah angkot yang kursi depannya masih kosong! karena Aku merasa lebih menikmati perjalanan ketika berada di dekat supir angkot.

Mobil hijau berjalan sudah 500 meter, kemudian tiba-tiba ada sepasang suami istri yang melambai-lambaikan tangannya berharap angkot ini berhenti. Aku merasa pasangan ini cocok sekali, suami yang badannya kekar dan tegap gagah, sementara istrinya rambutnya panjang, paras yang cantik, kulit putih, dan mata yang sayu. Yang membuat hatiku berhenti berdegup sejenak adalah Dia membiarkan istrinya yang dalam keadaan hamil sendirian menaiki angkot. Angkot mulai berjalan, dengan kata lain wanita hamil ini semakin jauh dari suaminya yang kala itu melambai-lambaikan tangannya, dari luar angkot. Sungguh, tega sekali kau.

Istrinya berada didekatku, pada kursi bagian depan angkot, bersebelahan. Akupun bergeser lebih mendekati supir angkot, agar wanita hamil ini mendapatkan bagian tempat duduk, sehingga membuatnya merasa lebih nyaman. Aku melihat tatapan mata yang sedih, penuh harap agar suaminya bisa menemaninya menikmati perjalanan. Dia memang tidak sendiri, karena bayi yang dikandungnya. Tapi, bukankah seorang wanita hamil sangat membutuhkan pria (suami) yang bisa melindunginya?. Lebih-lebih ketika istrinya hamil.

image

ilustrasi:  thenypost.files.wordpress.com

Dengarlah wahai kalian, teruntuk kau yang merasa laki-laki. Jangan biarkan pasanganmu sendirian di kendaraan umum, apalagi Dia sedang hamil. Ingatlah, bayi yang dikandungnya itu bukan hanya bayi Dia seorang istri, tapi bayi kalian!. Kau harus menyayanginya, mencintainya, dan melindunginya karena tidak ada yang lebih membuatnya merasa nyaman selain karena berada didekatmu, suaminya.

Dia wanita hamil itu lebih dahulu keluar dari angkot. Dalam perjalanan, Aku hanya bisa terdiam berfikir “kenapa sang suami begitu tega meninggalkan istrinya dikala hamil begini?”. Dan Aku menyimpulkan bahwa tidak mungkin Dia meninggalkan istrinya kalau memang Dia mencintainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s