Pengertian Ibadah Qurban Beserta Syarat Dan Ketentuannya

qurban sapi unta kambing domba

Qurban – Setiap tanggal 9 Dzulhijjah umat muslim yang tidak melaksanakan haji di anjurkan untuk puasa Arafah sehari. Setelah esok itu hari nya pada tanggal 10 Dzulhijah tepatnya pada setelah shalat ied hari raya idul adha umat Nabi Muhammad di syariat kan untuk berqurban bagi yang mampu.

Pengertian Qurban 

Arti Qurban menurut bahasa adalah dekat mendekat.

Arti Qurban menurut istilah adalah kegiatan menyembelih hewan khusus yang telah ditentukan syarat dan rukun melaksanakannya, serta dilaksanakan di hari yang juga telah ditentukan dengan tujuan menjalankan syariat Allah SWT dan Rasul Nya untuk mendekatkan diri kepada Nya.

Nama lain dari Kurban yaitu Udhiyyah,yang artinya sembelihan hewan pada hari raya idhul adha sebagai bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada Allah.

Landasan Dalil Qurban

qurban sapi
@qurban sapi
  • Surat Al Kautsar ayat 1-2

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (*) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Sungguh Kami (Allah) telah memberikan karunianikmat yang banyak (*) Maka hendak dirikan lah sholat untuk Rabb mu dan berkurbanlah

  • Hadist Rasulullah SAW

“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang diberikan kelapangan untuk berkurban dan tidak berkurban maka jangan hadiri lapangan kami (shalat ied adha)

Hadist riwayat Ahmad, Daruqutni, Baihaqi dan Al-hakim

Begitulah perintah dalil landasan untuk berqurban yang disyariatkan dari Allah dan Rasul Nya yang dengan tujuan mencari ridho, pahala dan sebagai tanda keimanan seseorang kepada Allah.

Sejarah Ibadah Qurban

kurban kambing untuk satu orang satu keluarga
@kurban kambing

Sejarah Nabi Adam

“Ceritakanlah kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) yang sebenarnya. Ketika keduanya berkurban, maka akan diterima satu dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima (Qabil). Qabil pun berkata – aku pasti membunuh mu. Habil menjawab – Sesungguhnya Allah hanya menerima k dari orang yang bertaqwa”. (QS. Al Maidah : 27)

Dalam cerita putra Nabi Adam antara Habil dan Qabil. Allah hanya menerima kurban yang dari hasil terbaik. Yaitu Habil mengorbankan domba-domba terbaik yang ia miliki sementara Qabil hanya berkurban dengan buah-buahan yang sudah tidak layak.

Sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail

Alkisah berawal ketika Nabi Ibrahim yangtelah menua dan tidakmemiliki seorang anak,kemudian beliau berdoa kepada Allah SWT. Yang doanya tertuliskan di dalam Al-Qur’an tepatnya pada surat As-Shafaat ayat 100 yang isinya.

“Ya Rabb ku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang ia termasuk dari orang-orang sholih”

Kemudian setelah penantiannya yang lama, ketika usia Nabi Ibrahim sudah mencapai 86 tahun, wallahu a’laam. Allah menghadirkan Ismail (anak) yang dilahirkan oleh istri Nabi Ibrahim, Hajar.

Dengan kehendak Allah SWT. Setelah bayi terlahir, Ibrahim bersama Hajar melakukan perjalanan menuju Mekkah. Yang pada saat itu ternyata Mekkah tidak ada seorang pun dan tidak ada setetes air pun.

Sesampai di Makkah Ibrahim pun meninggalkan anak dan istri nya di padang pasir yang tak ada makan minum di atasnya. Secara spontan Hajar pun menanyakan kepada Nabi Ibrahim.

“Wahai Ibrahim, kemana kau ingin pergi. apakah engkau akan meninggalkan kami sendiri di sini tanpa bekal apapun?”

Pertanyaan itu terucap berkali-kali dari mulut Hajar. Hingga akhirnya Hajar bertanya dengan kata lain “ Apakah ini perintah Allah?”

Seraya Ibrahim menjawab “YA”.

Hajar pun menambahkan “Kalau begitu kami tidak mengapa, dan tidak disia-siakan”. Setelah mendapat restu untuk pergi Nabi Ibrahim pun mulai melanjutkan perjalanan seorang diri untuk meninggalkan Mekkah.

Ujian Dan Pengorbanan Nabi Ibrahim

Setelah beberapa saat, air penyusuan dari Hajar pun tak kunjung keluar hingga membuat Ismail (bayi) terus menangis dan merengek kehausan. Tanpa pikir panjang Hajar pun meninggalkan sang bayi untuk mencari air atau sesuap makanan dari lembah timur barat utara selatan dan Hajar tak menjumpai apapun di sisinya.

Setelah ia itu ia melihat bahwa ada lembah yang nampak mengkilap dengan luapan air,sepontan Hajar pun berlari mendekatinya. Berbolak balik dari lembah Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali dengan terus melafalkan doa kepada Allah SWT. Dengan pasrah diri Hajar kembali ke Ismail dengan tangan kosong.

Namun atas izin Allah, Hajar melihat luapan air zam-zam yang dibuka kan malaikat lewat perantara kaki sang bayi yakni Ismail, dan yang semesti nya itu semua atas perintah Allah.

Setelah selesai meminum untuk bayi dan dirinya Hajar bersegera untuk menutup luapan air zam-zam tersebut agar tak sia-sia meluap di gurun yang kering nan panas.

Selang beberapa tahun Ismail telah tumbuh menjadi seorang anak dewasa. Hingga suatu hari ia menemui ayahnya, Ibrahim di suatu tempat.

Allah SWT menguji kembali ketaatan Nabi Ibrahim melalui mimpinya untukmenyembelih Ismailsebagai kurbannya. Yang tertulis di dalam Al-qur’an.

“Hai anakku sesungguhnya aku telah melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu tentang itu!” (QS As-Shafaat: 102)

 “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS As-Shafaat: 102)

Setelah keduanya mencapai kesepakatan dan bersedia melakukan perintah serta ujian yang diberikan Allah yang semua itu menunjukan keteguhan dan kesabaran hati mereka.

Nabi Ibrahim pun membaringkan Ismail dan siap untuk menyembelihnya. Dengan rahmat dan ketentuan Allah. Lalu Allah menggantikan Ismail dengan sembelihan yang berupa domba jantan bagus dan sempurna. Wallahu a’lam.

Demikian kisah sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail dalam berkurban, yang sekarang telah menjadi perintah yang dianjurkan ketika hari raya idhul Adha.

Dasar Hukum Ibadah Qurban

hewan qurban berupa unta onta
@onta untuk berqurban

Ibadah kurban hukumnya sunnah mu’akadah, berdasarkan hadist.

“Dari Jabalah bin Suhai, Ada sorang lelaki bertanya kepada Ibnu Umar tentang hukum menyembelih hewan kurban, apakah hukumnya wajib?. Ibnu Umar menjawab, Rasulullah SAW dan kaum muslimin melaksanakannya”.

Hadist ini hasan dan shohih dantelah menjadi dasar pedoman para ulama’. Yakni menyatakan bahwa hukum berkurban tidaklah wajib tetapi merupakan sunnah yang dianjurkan untuk melaksanakannya, tanpa menunda. Dasar lain yang menguatkan bahwa hukum kurban adalah sunnah adalah sebagai berikut.

“Dari Umu Salamah RA dan dima’rufkan kepada Nabi saw, beliau bersabda, “Jika salah satu dari kalian telah melihat bahwa sudah  masuknya bulan Dzul Hijjah, dan memiliki hewan untuk dan  ingin berkurban, maka jangan sekali-kali memotong rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no.3654)

Hadist tersebut diatas menjelaskan bahwa barang siapa yang punya atau mampu berkurban dan ingin (yakni berarti sunnah) dianjurkan untuk tidak memotong kuku dan rambut nya dalam10 hari sebelum hari tasyriq (hari penyembelihan kurban).

Orang yang wajib qurban menurut pendapat Abu Hanifah adalah orang yangmampu dan mukim di tempat ia bertempat tinggal.

Cara Menyembelih Hewan Qurban Tidak Menyakiti

Syarat Qurban Menurut Sunnah dan Perintah Allah

  1. Seorang muslim beragam islam
  2. Bukan budak
  3. Mampu menjalankan
  4. Baligh dan berakal

Kapan Waktu Menyembelih Qurban

Waktu yang paling utama berqurban yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah melakukan sholat iedul adha. Adapun toleransi  di hari tasyrik pada tanggal setelah hari raya yakni tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

“Barang siap yang menyembelih (hewan kurban) sebelum sholat ied maka sembelihan nya untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang menyembelih hewan kurban setelah sholat ied maka ibdaha kurbannya telah sempurna dan melaksanakan sesuai sunnah kaum Muslimin” (HR. Bukhori)

Kriteria Ketentuan Hewan Qurban

Ciri-ciri Kambing Yang Baik dan Sehat
@Ciri-ciri Kambing Yang Baik dan Sehat

“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:Empat sifat yang tidak mencukupi hewan berqurban yaitu:buta sebelah matanya jelas kebutaannya, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang jelas pincang nya dan pecah kakinya (hingga tidak dapat berjalan) yang tidak mempunyai sumsum (kurus dan lemah). Kemudian Rasulullah melanjutkan: Saya tidak suka tanduk yang cacat dan terdapat telinga yang cacat”. (HR. An-Nasai no.4249 termasuk hadist shahih)

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari hadist diatas adalah bahwa dalam memilih hewan kurban harus secara teliti dan memilih yang terbaik serta sempurna.

Kurban Onta

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah lalu berangkat ke masjid, maka baginya pahala seolah berkurban seekor unta. Dan barangsiapa pada kesempatan kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi.Dan barang siapa datang pada kesempatan ketiga maka seolah berkurban seekor kambing bertanduk”. (HR. Bukhori no.832)

Oleh para ulama, Hadist ini dijadikan sebagai landasan bahwa bolehnya berkurban satu onta untuk satu orang dan kurban unta lebih utama dari pada kurban sapi atau kambing.

Dari Jabir bin Abdullah, dari Rasulullah SAW: “Dan unta untuk 7 orang dankami bersekutu untuk berkurban” (HR. Abu Dawud)

Dari Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah SAW: “ Dan onta untuk 7 orang pula dalam kurban udhiyah”. (HR. At Tabrani)

Kedua hadist tersebut juga menjadi dasar bahwa bolehnya berjamaah dalam bersekutu untuk berkurban. Satu unta untuk 7 orang.

Kurban Sapi

Dari Jabir Bin Abdullah ia berkata: “Kami pernah melaksanakan hajji tamattu’bersamaRasulullah SAW. Saat itu kami menyembelih seekor sapi dengan berserikat 7 orang”. (HR. Muslim no.2327)

Para ulama’ menyamakan kerbau dengan sapi. Maka diperbolehkannya kurban dengan kerbau sebagaimana dilakukan masyarakat di sekitar Kudus.

Baca selengkapnya tentang Sapi Untuk Berkurban Hari Raya disini.

Kurban Kambing dan Domba

Dari Ummu Billalbahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sembelihlah jadza (umur 6 bulan) dari domba berbulu putih dan hal itu boleh” (HR. Ahmad no.25825)

Bila ditinjau dari umur hewan kurban boleh di sembelih setelah berumur.
Syarat kurban Unta minimal umur 5 tahun.

Dan untuk syarat umur Sapi minimal 2 tahun.

Kambing yang berbulu hitam atau coklat 1 tahun.

Sementara untuk Domba berbulu putih minimal 6 bulan.

Demikian tadi syarat dan ketentuan hewan kurban menurut hadist Rasulullah SAW. Semoga dapat menjadi ilmu dan acuan dalam ibadah kurban.

Cara Pembagian Daging Qurban

Meski dari segi manfaat, moment qurban sangat baik untuk dibagikan sebagai sedekah kepada fakir miskin. namun tujuan utama penyembelihan qurban bukan hanya semata untuk diberikan kepada fakir miskin keseluruhan.

Berbeda dengan infaq, zakat dan sedekah yang memang tujuan utamanya untuk diberikan kepada fakir miskin dan orang yang berhak menerimanya.

Jika selama ini Anda masih bingung kepada siapa sajakah daging kurban bisa dibagikan, maka jawabannya adalah.

Pertama, sebagian untuk diri sendiri. Tidak boleh lebih dari sepertiga nya. Sepertiga selanjutnya sebagai hadiah untuk saudara, sahabat dan kerabat. Kemudian yang terakhir disedekahkan untuk fakir miskin.

Bila pemilik hewan qurban berkenan boleh dan bisa secara keseluruhan dibagikan kepada kerabat dan fakir miskin seluruhnya tanpa menyisakan untuknya. Karena itu sudah menjadi mutlak keputusan pemilik.

Namun jika mengintip pada ajaran Rasulullah SAW. Sebaiknya diambil sebagian untuknya, lalu kerabat kemudian fakir miskin. Dibagi secara merata adil. Dengan cakupan mulai yang terdekat dengan lokasi tempat Anda tinggal.

You May Also Like

About the Author: ni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *