Isra Mi’raj, Makna Dan Kajian Menurut Islam Dan Sains

isra mi'raj

Isra Mi’raj, perjalanan malam yang dilakukan dengan mengendarai buroq (tunggangan yang memiliki kecepatan, kilat) – Peristiwa-peristiwa bersejarah dalam islam sangatlah banyak, sebagai  seorang muslim kita dianjurkan memahami dan memaknai peristiwa-peristiwa tersebut.

Isra Mi’raj merupakan salah  satu peristiwa sejarah yang dialami Nabi Muhammad SAW. Untuk memahami dan mengetahui lebih dalam tentang Isra Mi’raj, kita akan membahas mengenai hal tersebut.

Makna Isra Mi’raj

buroq - isra miraj

Menurut bahasa

Pengertian Isra ialah “berjalan di waktu malam”, sementara Mi’raj berarti “alat untuk naik”.

Perjalanan di waktu malam dengan mengendarai sesuatu.

Menurut istilah

Isra’ ialah  perjalanan Nabi Muhammad SAW pada waktu malam hari dari Masjidil Haram Mekah menuju Masjidil Aqsa Palestina.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 1 yang artinya:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (QS.Al-Isra’: 1)

Sedangkan, Mi’raj menurut istilah adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil  Aqsha dinaikkan menuju langit ke Sidratul Muntaha.

Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an Surat An-Najm ayat 13-14 yang artinya

“Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha”. ( QS.An-Najm: 13-14 )

Jadi, Isra Mi’raj ialah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam dari Masjidil Haram Mekah menuju Masjidil Aqsha Palestina, kemudian dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha dengan tujuan menerima wahyu.

Isra Mi’raj terjadi bertepatan dengan malam 27 Rajab pada periode akhir sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Menurut Al-Maududi dan sebagian besar ulama menyebutkan, Isra’ Mi’raj terjadi satu tahun sebelum hijrah, yaitu pada tahun 620-621M.

Sementara Al-Allamah Al-Manshurfuri berpendapat, Isra’ Mi’raj terjadi di tahun ke-10 kenabian. Masih banyak lagi pendapat ulama tentang waktu terjadinya Isra’ Mi’raj, namun tidak ada kepastian kapan peristiwa itu terjadi.

wayahna

menyambut ramadan 2018 dengan mengetahui istilah dan hikmahnya

Peristiwa Isra Mi’raj

isra mi'raj

Peristiwa Isra Mi’raj Menurut Agama Islam

Sejarah mencatat perjuangan Rasulullah dalam mendakwahkan agama islam di Mekah tidaklah mudah.  Saat banyaknya rintangan dan halangan yang datang dari kaum Quraisy, Rasulullah juga dilanda musibah yang berat. Istri Nabi, Khadijah yang selalu mendampinginya dan paman Nabi, Abu Thalib yang selalu melindunginya meninggal dunia.

Rasulullah merasa sangat sedih dengan kepergian keduanya. Masa itu juga disebut sebagai “Yaumul Husni” (tahun kesedihan). Para ulama berpendapat bahwa peristiwa tersebut melatarbelakangi terjadinya Isra’ Mi’raj.

Dikisahkan sebelum melakukan perjalanan Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu disucikan hatinya. Malaikat Jibril membaringkan Nabi kemudian dadanya dibedah untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam. Pensucian hati di sini karena hati Nabi kotor akan dosa, melainkan dibersihkan dari sifat-sifat tercela sehingga hanya ada sifat terpuji di dalamnya.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Isra’ dengan mengendarai Buroq, yang dapat berlari secepat kilat. Sebelum berangkat, Nabi menunaikan sholat terlebih dahulu di Masjidil Haram lalu berlanjut ke Thaibah (yang sekarang kota Madinah), Madyan (pohon yang dipakai Nabi Musa beristirahat dari kejaran tentara Fir’aun), Gunung Tursina (tempat Nabi Musa berbicara dengan Allah secara langsung), dan Bait Lahm (Betlehem, tempat kelahiran Nabi Isa).

Dalam setiap tempat pemberhentian tersebut, Nabi melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat. Hingga Nabi sampai di Masjidil Aqsha Palestina dan melaksanakan shalat berjamaah bersama dengan para nabi pendahulu.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha yang disebut Mi’raj, dengan menggunakan sebuah benda seperti tangga untuk naik ke langit. Dalam perjalanan kedua ini, Rasulullah juga bertemu kembali dengan beberapa nabi pendahulu yang mulia.

Pada langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam. Lalu, Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua. Selanjutnya bertemu dengan Nabi Yusuf di langit ketiga. Langit keempat bertemu Nabi Idris, langit kelima bertemu Nabi Harun, dan langit keenam bertemu Nabi Musa. Akhirnya, bertemu dengan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

Pada perjalanan di langit ini, Nabi Muhammad SAW menyaksikan kondisi yang menjadi gambaran surga dan neraka. Keadaan yang penuh kebahagian di dalam surga. Sementara neraka, dipenuhi para manusia yang lalai di dunia sedang menerima hukuman mengerikan sesuai dengan perbuatan dosa yang dilakukannya.

Sampailah Nabi Muhammad SAW di tempat yang menjadi pertemuannya dengan Allah SWT, yaitu Sidratul Muntaha.Di sinilah, Allah memberikan wahyu berupa perintah shalat fardhu 50 kali sehari semalam untuk Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Singkat kisahnya, Rasulullah memintakan keringanan hingga menjadi 5 kali sehari semalam setelah mendapat masukan dari Nabi Musa dan Allah mengizinkan.

Peristiwa Isra Mi’raj inilah yang menjadi tonggak perintah shalat fardu lima kali sehari semalam. Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan yang sangat jauh dalam semalam merupakan sebuah mukjizat. Orang pertama yang mempercayai mukjizat tersebut ialah Abu Bakar sehingga mendapat julukan Ash Shiddiq. Para sahabat pun juga mengimani peristiwa Isra Mi’raj itu. Namun, tidak bagi kaum kafir Quraisy yang mendustakannya, mereka justru menghina Rasulullah.

Peristiwa Isra Mi’raj Menurut Sains

Jika menilik dari sudut pandang logika, Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang tidak masuk akal, bahkan kaum kafir Quraisy menyebut Nabi Muhammad SAW gila. Karena memang peristiwa tersebuat sangat fenomenal dan istimewa. Bagaimana jarak yang seharusnya ditempuh beberapa hari, namun  Nabi Muhammad SAW mampu menempuhnya hanya dengan semalam.

Pada zaman  sekarang ini, dimana kemajuan teknologi sangat canggih, Isra Mi’raj dipandang sebagai terobosan sains yang masih belum terpecahkan. Akan tetapi, bukan berarti peristiwa tersebut suatu kemustahilan, karena pesawat tempur F-16 mampu menempuh jarak perjalanan Isra’ (Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha) dalam kurang lebih dua jam.

Sementara perjalanan Mi’raj (menuju langit – Sidratul Muntaha), belum ditemukan alat yang mampu membuktikannya, tetapi hukum fisika kuantum dari Albert Einstein dapat menjawab kemungkinan tersebut. Yakni dengan eksperimen teleportasi foton. Mungkin suatu saat, akan ada penemuan yang akan menguatkan kebenaran adanya peristiwa Isra’ Mi’raj.

Hikmah Isra Mi’raj

  • Isra Mi’raj benar ada, bukti iman kita pada Allah dan Rasulnya.
  • Merupakan sebuah mukjizat.
  • Bukti perintah Sholat.
  • Termasuk ujian bagi kaum muslimin, akan percaya dengan Isra Mi’raj.

selalu berbuat baiklah karena ajal tak menunggu tua, taubat nasuha.

You May Also Like

About the Author: el husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: